Read, Write, and Share With Us

Kyuhyun’s Diary

 

Title       : Kyuhyun’s Diary

Author  : HyunRin

Cast       : Kyuhyun, Sungmin, Donghae, Eunhyuk, and girls

                CERITA INI TERINSPIRASI DARI FILM PENDEK “MALAM MINGGU MIKO” KESAMAAN CERITA, SERTA NASIB TOKOH MOHON DIMAKLUMKAN, TAPI BAGAIMANAPUN INI TETAP KARYA SAYA. TYPO BERKELIARAN!!!

 Image

 

 

*KYUHYUN POV*

Hai gue Cho Kyuhyun. Hari ini, gue akan pindah ke luar kota untuk melanjutkan sekolah gue di kampus Seoul University. Gue bukan orang kaya yang bisa beli rumah dimana aja. Gue cuman anak dari pengusaha perminyakan dan designer ternama, dengan sorang kakak yang memiliki restoran masakan Prancis. Kalian pikir hidup gue bahagia? Mungkin.  Menurut pengamatan gue selama ini, nggak ada satu pun orang dikeluarga gue yang sayang sama gue. Jangankan sayang, mengakui pun mereka enggan. Kenapa? Gue rasa mereka iri sama ketampanan gue. Ya, mereka iri. Gue yakin banget itu.

*FLASHBACK*

“Ahra, eomma dan appa berangkat dulu ya sayang” kata eomma gue sambil nyium pipi noona gue.

“Iya eomma. Hati-hati dijalan” jawab noona gue sambil melambaikan tangannya kearah appa dan eomma gue. Mereka bertiga, tersenyum sengang, sumriangah tanpa beban. Namun, sebelum keluar dari pintu, nyokap gue berbalik dan menatap gue. Gue tau, tau banget. Ini tatapan udah gak enak, gue langsung jalan kearah dapur menghindari tatapan horror dari nyokap gue, lagian gue laper belom sarapan.

“Kyuhyun, sebelum sarapan kamu bersihin rumah dulu ya. Habis itu angkatin jemuran kemarin, sekalian cuciin jemuran hari ini. Bibi Lee lagi mudik ke Busan. Hmm, sekalian masakin makan siang dan makan malam yah” kata eomma gue dan langsung menutup pintu. Mereka pergi dengan meninggalkan sejuta pekerjaan rumah buat gue. Gue tau mereka iri, mereka iri dengan ketampanan gue.

*****

Gue juga pernah diajak belanja bareng sama noona gue. Emang bener sih belanja bareng, tapi gue ngerasa dia ngejadiin gue supir dia. Nganterin dia ke mall ini, mall itu, semua mall di kota Seoul. Belum lagi belanjaan dia yang seabrek itu. Kenapa gue mau? Karna dia bilang bakal beliin gue sesuatu. Dan lo tau apa yang dia beliin buat gue? Sikat gigi. Sekali lagi, SIKAT GIGI. Dan kita waktu itu juga ketemu temen kampusnya, cewek-cewek 4 orang, gue rasa sih itu temen se-geng dia.

“Ahra! Hei” kata temennya yang pertama.

“Min-ah! Gyuri! Jan-Di! Gae –Eul! Kalian lagi belanja juga?” tanya kakak gue gak kalah histeris. Yang gue bête adalah, kalo cewek ngomong sama temen ceweknya mereka bakal teriak histeris, padahal jarak mereka gak nyampe 30cm.

“Iya. Tadinya kita manu ngajak lo, tapi lo gak bisa dihubungin”” jawab temennya yang kedua.

“Iya nih, handphone gue rusak, ini baru beli yang baru” jawab kakak gue sambil nunjuk barang bawaan yang gue pegang. Gue nggak inget dia beli HP. Mungkin karna saking banyaknya nih belanjaan kali ya.

“Nugu? Namjachingu lo?” tanya temennya yang ketiga sambil nunjuk gue.

“Ooog, gue….” Gue berniat buat ngejawab pertanyaan temen kakak gue ini. Cuman Ahra noona udah keburu jawab duluan.

“Aaaah dia yang ngebantuin gue. Nganterin gue belanja sekalian bawain barang-barang gue” jawab Ahra noona pada temen-temennya itu.

“Oooh gitu. Mau ikut makan nggak? Kita mau makan nih” ajak temenya yang keempat. Ah pas banget, gue juga laper.

“Mau. Kyuhyun kamu nunggu dimobil aja yah. Bye~” kata Ahra noona dan dia ninggalin gue dengan belanjaannya ini. Gue rasa Ahra noona iri sama ketampanan gue, jadi dia bilang gue pembantunya.

*FLASHBACK END*

Jenuh dirumah, gue mutusin buat pindah. Semalem gue udah bilang ke eomma, appa dan Ahra noona. Dengan alesan rumah jauh dari kampus, gue minta izin sama keluarga gue. Gue yakin mereka nangis akan kepergian gue. Mereka bakal nangis-nangis sambil narik tangan gue, minta gue tetap disini, nemenin mereka. Karna gue tau, mereka sayang sama gue.

*FLASHBACK*

“Eomma, appa. Aku memutuskan untuk pindah dari rumah ini. Aku pengen nge-kost aja. Lagian rumah ini jauh dari kampus” kata Gue didepan eomma dan appa gue. Ahra noona yang baru dateng dari dapur sambil bawa nampan berisi 3 gelas es jeruk duduk  disofa sebelah nyokap gue. Mereka bertiga minum. Terus ngeliatin gue.

“Dari sini ke kampus lo kan cumin 30menit” jawab Ahra noona.

“Tapi aku bisa telat noona” jawab gue sopan, berharap dia bakal nginget kebersamaan kita selama ini.

“Yaudah pergi aja Kyu” jawab nyokap gue sambil meminum kembali es jeruknya.

“Nggak apa-apa eomma? Appa?” tanya gue heran, mereka merelakan gue begitu aja.

“Nggak apa-apa. Mau pergi kapan? Sekarang? Yaudah” timpal appa. Padahal gue pergi seminggu lagi.

“Nggak kok appa. Maih seminggu lagi” jawab gue seadanya.

“Loh, nanti gak dapet kost-an. Pergi sekarang aja. Gih buruan” kata Ahra noona. Eomma dan Appa menatap gue seakan bilang ‘pergi aja, buruan’ dan gue langsung kekamar ngeberesin barang-barang gue. Gue rasa mereka relan gue bahagia, jadi mereka relan ngebiarin gue bebas memilih jalan hidup. Meninggalkan rumah ini. Iya, mereka sayang sama gue.

*FLASHBACK END*

Sekarang gue masih di mobil, nyari rumah kontrakan buat gue tinggalin. Gak gampang ternyata, karna banyak juga yang melakukan hal sama kayak gue. Gue kelilingin lagi komplek deket universitas gue. Maih nyari rumah kosong yang bisa dikontrak.

Saat gue melintasi rumah minimalis di ujung komplek, gua bahagia banget karna ada tulisan

‘DIKONTRAKKAN.

                HUB: 0818202901 (Donghae)’

Gue langsung menghubungi itu nomer telpon sambil keluar dari mobil. Ngeliat-liat nih rumah, dan tiba-tiba ada cowok yang gue rasa seumuran sama gue keluar dari mobil dia sambil nelpon. Kita saling tatap-tatapan.  5 menit, gue baru sadar dia itu saingan gue. SAINGAN.

“Lo ngapain? Gue duluan yang mau ngontrak disini” kata gue songong kearah dia.

“Apaan lo? Gue duluan” jawab dia ketus masih dengan HP ditelinganya.

“Eh, eh jangan curi start dong!” kata gue sambil berusaha meraih HP ditelinganya itu.

“Apaan sih lo! Maho ya lo?” jawab dia sambil menepis tangan gue.

“Eh, ngapain kalian didepan rumah saya?” terdengar suara yang nge-bass. Kita berdua nengok kebelakang dan melihat cowok yang kayaknya cuman beda 2 tahun dari kita berdua. Kita berdua tatap-tatapan, dan menghampiri tuh cowok baru dating dan dalam sekejap dia babak belur

******

“Jadi, anda yang namanya Donghae?” kata gue setelah kita duduk didalem rumah. Ya, kita bertiga. Sehabis tragedy pukul-pukulan berlangsung, cowok bernama Donghae yang sekarang babak belur ini menghentikan kami, dan menjelaskan semuanya. Dan sekarang kami sedang duduk diruang tamu rumahnya.

“Ne” jawab dia ketus.

“Mian. Saya tidak tau” jawab pria yang tadi ngegebukin Donghae bareng gue.

“Kalian siapa? Ngapain disini?” tanya Donghae ketus lagi.

“Nama saya Cho Kyuhyun, saya mau ngontrak disini” jawab gue cepet sebelum cowok yang duduk disebrang gue ini.

“Kalau saya Lee Sungmin, saya juga mau ngontrak dirumah ini” jawab Sungmin dengan tatapan nggak suka kearah gue.

“Mau ngontrak?” tanya Donghae bingung.

“Ne” jawab gue dan Sungmin abreng.

“ Aaaah, iklan kontrakan itu udah 4 tahun yang lalu. Sekarang udah nggak berlaku, akrna gue juga mau tinggal disini” jawab Donghae yang dengan sukses membuat gue dan Sungmin tercengang.

“MWO? Lalu saya harus tinggal dimana? Hanya rumah ini yang amsih kosong” kata Sungmin pada Donghae.

“Tapi sekarang sudah saya tempati” jawab Donghae simple.

“Rumah ini kan besar. Pasti cukup untuk kita bertiga” kataku. Mereka berdua menatapku bingung, Sungmin langsung menatap Donghae dengan penuh harap.

“ANIYO!” jawab Dongahe tegas.

“Jeballll. Kami tak akan merepotkan. Kami juga akan membayar sewa kamar kami” kata gue dan diikuti anggukan oleh Sungmin.

“Kalian bisa menghancurkan rumahku nanti” kata Donghae sambil meringis akibat lebam dipipinya.

“TIDAK AKAN” kataku dan Sungmin berbarengan.

“Jinjja?”  tanya Donghae tak yakin.

“NE” jawab kami berdua berbarengan lagi.

“Baiklah kalau begitu. Kalian menempati 2 kamar diatas. Biar aku dibawah. Dan ingat, jangan pernah mencoba untuk berbuat kerusuhan disini” ancam Donghae.

“GOMAWO HYUUUUUNG” ucapku dan Sungmin berbarengan sambil memeluk Donghae. Entahlah apa yang membuat kami memanggil dia ‘hyung’. Tapi yang jelas, mulutku sudah berkata seperti itu.

“Ne. Ahh, dan tolong nanti kalian menjemput seseorang diterminal ya” kata Donghae hyung setelah melepaskan pelukan kami berdua.

“Mwo? Nugu?” tanya Sungmin yang kuikuti tatapan ‘siapa?’ pada Donghae.

“Dia yang akan membantu kita membersihkan dan menjaga rumah. Tapi biarpun aku membayarnya, kalian juga tetap harus membantunya. Arraseo?” kata Donghae yang hanya kami balas dengan anggukan.

Malam ini gue sama si Sungmin berencana menjemput calon pembantu baru dirumah ini. Kata Donghae hyung orangnya rada kampungan, dan bermuka yadong. Kami disuruh menjemputnya diterminal Incheon. Dan kami berdua sudah memutuskan untuk menjemputnya menggunakan mobilku, karna mobil Sungmin akan dipakai Donghae-hyung kerja, sementara motor Donghae-hyung sedang dibengkel.

“Pppali!” kataku yang meneriaki Sungmin dari bawah. Benar saja, namja itu sudah seperti yeoja, lama sekali bersiap-siap.

Sungmin turun dengan wajah lesunya. Sebenarnya gue penasaran kenapa dia kayak gitu, tapi bodolah biarin aja.

******

Kami sudah sampai di terminal Incheon, menunggu kedatangan bis yang ditumpangi calon pembantu kami, namun hasilnya nihil, daritadi kami tak menemukannya.

“Aisssh jinjja. Kita sudah dari tadi menunggu dan belum datang juga” kataku kesal. Sungmin hanya melihat kesekitar, mungkin dia juga berharap bis nya segera datang.

“Telponlah” kata Sungmin singkat sambil memberikanku secarik kertas berisi nomor telpon. Aku hanya menatapnya seakan bilang ‘kau dapat dari mana?’

“Donghae-hyung memberikannya padaku saat kau mandi tadi” jawabnya singkat lalu memasukkan tangannya kedalam saku celananya. Memang udara disini cukup dingin, terlebih dia memakai pakaian yang cukup tipis.

Gue langsung telpon ke nomor yang dikasih Sungmin. Nyambung, tapi nggak diangkat. Gue coba telpon sekali lagi dan berhasil diangkat!

“Diangkat!” teriakku senang pada Sungmin.

“Yaudah” jawab Sungmin singkat.

“Diangkat!” kataku lagi.

“Buruan tanyain, pabo!” kata Sungmin sedikit kesal.

“Yeobosseyo. Ahjussi, kau diamana sekarang?” tanyaku pada orang disebrang telpon.

“Saya? Saya di terminal”

“Dimananya?”

“Didepan warung”

“Yang jelas dong, warung mana?”

“Warung diterminal mas”

“Aisssh. Itu warung jualan apa?”

“Makanan sama minuman mas”

“Ah itu jug ague tau pabo! Disekitar situ ada apa?”

“Ada motor mas”

“Motor apa? Yang jelas kek”

“Motor Hyundai warna putih plat B 3040 KGW”

“Ahelah. Itu dimana?”

“Diterminal mas”

TUT…TUT…TUT

Gue matiin sambungan telponnya karna kesel denger omongan si calon pembantu yang menurut gue pabo itu. Diterminal segede gini warung banyak, apalagi motor! Masa gue sama Sungmin harus ngeliatin plat motor orang satu-satu sampe ketemu. Belom lagi kalo dia pindah tempat.

“Wae?” tanya Sungmin bingung karna aku memasang wajah kesalku.

“Aniyo” kataku singkat.

“Dia dimana?” tanya Sungmin lagi.

“Didekat warung dan motor Hyundai putih plat B 3040 KGW” kataku seadanya. Sungmin memukul kepalaku dari belakang.

“Pabo! Lo pikir diterminal segede gini warung cumin satu? Banyak! Motor juga ribuan! Ya kali kita liatin satu-satu platnya” kata Sungmin kesal.

“YA! Dia yang bilang begitu” kataku kesal juga karna seenaknya memukul kepalaku.

“Aisshhh. Sini biar aku yang menelponi!” suruhnya

“Yeobosseyo, ahjussi kami menunggu diparkiran”

“Parkiran mana mas?”

“Parkiran diterminal lah. Cari aja mobil Hyundai warna putih dengan 2 orang cowok ganteng didepannya”

“Mas, saya nggak maho. Saya normal”

“Gue tau! Gue juga normal. Buruan atau gue tinggal”

“Iya mas, saya otw kesana”

“Gimana?” tanya gue penasaran.

“Dia otw kesini” jawab Sungmin lalu mengembalikan I-phone ku.

15 menit kemudian

Tiba-tiba ada seorang ahjussi berwajah yadong menghampiri kami berdua sambil membawa tas besar.

“Permisi mas, saya Eunhyuk. Saya nyari 2 cowok ganteng didepan mobil Hyundai putih. Mas liat gak?”

********

                Dan mulai hari ini gue tinggal bareng dengan 3 orang disatu rumah. Pertama, Donghae-hyung si pemilik rumah yang umurnya lebih tua 2 tahun dari gue, dia suka banget minjem barang orang, karna gak modal kali ya. Kedua, Eunhyuk-hyung, pembantu baru dirumah ini, tapi entah kenapa baru 4 jam dia dirumah ini gue udah merasakan hawa lain yang nggak beres. Yang ketiga, Lee Sungmin, dia setahun diatas gue, cumin gue gak bakal manggil dia ‘hyun’! Kenapa? Karna dia bahkan berperilaku lebih unyu daripada anak usia 10 tahun. Dan kayaknya, kehidupan gue bakal penuh warna banget dengan kehadiran mereka.

    *Cho Kyuhyun*

______________________________________________________________________________________________________________

 

Gimanaaa? aneh ya? Kakakaka. Ini ff terinspirasi parah sama Malam Minggu Miko, cuman diganti cast. Merasa gak cocok sama cast nya? Gak dapet feel ceritanya? Mianhae-___-

Dan buat para Jewels, bukan maksud hati membuat abang ganteng kalian jadi pembantu di ff ini. Tapi hanya sebagai cast utama yang berprofesi sebagai tukang bantu-bantu.

FF nya jelek? Tapi susah loh bikinnya. Jadi hargain author dengan memberikan komen dan like kalian^^

Bye~~

About these ads

Comments on: "Kyuhyun’s Diary" (15)

  1. bwahaha… daebak thor!! lucu banget eunhyuknya!

  2. shin rin ni said:

    Bwahaha,, lucu bnget,,
    kyuppa ny narsis#di getok kyuppa,,
    haeppa ny gk modal#di tendang haeppa,,
    minppa ny sok imut#di jewer minppa,,
    hyukppa,, ini nih yg paling parah udah di bilang muka yadong jadi pembantu lagi,, ckckck,,#di gampar hyukppa,,
    reader udah babak belur gk berbentuk,,

    kalau bisa buat lanjutan ny dong~

  3. shin min gii said:

    maaf sebelumnya., aku kurang ngeh sama bahasa yang dipakai disini..menyebut diri dengan ‘gue’ dalam sebuah ff itu terasa janggal. Okelah kalo ini mau dibikin komedi atau sebuah hiburan, tapi jujur aku lebih suka baca ff dengan bahasa yang baku, baku bukan berarrti kaku kok. Maaf ya kalo omongan aku menyinggung*bow

  4. eunhyuk ceritanya mas anyanya yaa haha lucu2 lanjuttt thorr

  5. hahaha..
    lucu thorr, ngakak bacanya..
    bikin lagi ne..^^

  6. ceritnya bgus sih thor,lumayan lucu!! tapi bahasanya lebh kayak cerpen remaja!-_-V
    aku setuju ma ‘shin min gii’! kalo bahasanya baku mgkin feel-nya agak kerasa!!

  7. ChoSeoHyun said:

    lucu ffnya
    ngakak nih bacanya

  8. Bhahaha si kyu buangan banget di keluarganya yak kkk
    btw ga ada yeoja nya thor? masa namja smua bosen dong tuh para namja aneh wkwk
    lanjuuut! :D

  9. hahahahaha xD lucu thor. kyu jadi miko ya?
    eunhyuk jadi mas anca, terus sungmin jadi rian..
    hahahahha :D aku juga suka nonton malem minggu miko
    next ya~

  10. Aduh thor perutq sakit,,gokil..
    tp yg plg bkn aq gak bz nafaz,dsni brarti yg jd raditya dikany it kyuppa ya?
    o.m.g gk bza byangkn kalo kyuppa jd dika..

  11. Menghibur min!!
    Aku bacanya tengah malem gini jadi cengar cengir gaje gitu XD

  12. Lucu,lucu.
    Like this.
    Jarang banget ada ff kaya gni.
    Lanjutt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

EXO FanFiction Indonesia

EXO's Imagination Here!

readings korean fanfiction

Read, Write, and Share With Us

Maknae Couple Love Story

MCLS for M'Colours

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 523 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: